CERPENKU
SUMUR KERAMAT KEBON DAYE Lebaran telah usai dan musim kawinpun tiba. Para pria yang merasa dirinya sudah mantap akhirnya segera menyunting kekasihnya, salah satunya si Dadang yang akhirnya melepas masa lajangnya dengan menyunting seorang gadis di seberang gubuk. Dadang adalah Putra sulung seorang tokoh terkenal di Gubuknya, Bapakanya menyandang gelar sebagai Kepala Desa di Desa tersebut, maka tidak heran banyak sekali yang mengenal dirinya. Si Dadang sangat terkenal dengan sikap rendag hati dan keramahannya pada masyarakat . Isu-isu akan terjadinya gawe beleq di acara pernikahan Dadang pun terdengar ke telinga masyarakat, semua yang medengar berita tersebut pun menyambutnya dengan bersorak ria karena warga kampung sangat antusias dengan gawe beleq si Dadang. “Huleeeeeeeeeeeeeeeeehhhhh gawe beleq akan berlangsung semetoonnnnnnn…!” “Piak peraje beleq dait peraje gejeq…! “gaweeeeee besapaq bejulu..! (ucap warga kampung sambil bersorak-sorak) Gawe beleq sangat identik dengan gawe besa...