Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2021

CERPENKU

SUMUR KERAMAT KEBON DAYE Lebaran telah usai dan musim kawinpun tiba. Para pria yang merasa dirinya sudah mantap akhirnya segera menyunting kekasihnya, salah satunya si Dadang yang akhirnya melepas masa lajangnya dengan menyunting seorang gadis di seberang gubuk. Dadang adalah Putra sulung seorang tokoh terkenal di Gubuknya, Bapakanya menyandang gelar sebagai Kepala Desa di Desa tersebut, maka tidak heran banyak sekali yang mengenal dirinya. Si Dadang sangat terkenal dengan sikap rendag hati dan keramahannya pada masyarakat . Isu-isu akan terjadinya gawe beleq di acara pernikahan Dadang pun terdengar ke telinga  masyarakat, semua yang medengar berita tersebut pun menyambutnya dengan bersorak ria karena warga kampung sangat antusias dengan gawe beleq si Dadang. “Huleeeeeeeeeeeeeeeeehhhhh gawe beleq akan berlangsung semetoonnnnnnn…!” “Piak peraje beleq dait peraje gejeq…! “gaweeeeee besapaq bejulu..! (ucap warga kampung sambil bersorak-sorak) Gawe beleq sangat identik dengan gawe besa...

Mengenal Kemaliq Ranget

                           Kemaliq Ranget       Me nelusuri dari googlemap, ada sebuah lokasi yang sedikit membingungkan, yakni pura Ranget. Setahu saya, di tempat tersebut tidak ada masyarakat yang beragama selain Islam. Lalu mengapa ada bangunan pura di tempat itu. Akhirnya saya mencoba menelusuri lebih jauh dengan datang langsung ke lokasi, dan mewancarai Kepala Dusun Ranget, Bapak Septori Wirawan.    Benar saja. Pak Kadus dengan tegas mengatakan bahwa warganya tidak ada yang beragama selain Islam. Persoalan pura Ranget menurutnya, merupakan konflik berkepanjangan antara masyarakat setempat sebagai pemilik dengan masyarakat pendatang yang mengaku memiliki sebidang tanah di seputaran kemaliq.  “Masyarakat setempat dan para ahli waris tidak pernah menjual tanahnya, tapi anehnya mereka sudah memiliki sertifikat tanah. Anehnya lagi, tanah tersebut juga dimiliki oleh sebuah perusahaan air m...