Mengenal Kemaliq Ranget
Kemaliq Ranget
Benar saja. Pak Kadus dengan tegas mengatakan bahwa warganya tidak ada yang beragama selain Islam. Persoalan pura Ranget menurutnya, merupakan konflik berkepanjangan antara masyarakat setempat sebagai pemilik dengan masyarakat pendatang yang mengaku memiliki sebidang tanah di seputaran kemaliq.
“Masyarakat setempat dan para ahli waris tidak pernah menjual tanahnya, tapi anehnya mereka sudah memiliki sertifikat tanah. Anehnya lagi, tanah tersebut juga dimiliki oleh sebuah perusahaan air minum daerah.” Ungkap pak kadus dengan wajah muram.
Kasus ini menjadi kian rumit dikarenakan banyaknya kepentingan yang masuk dan ikut terlibat di dalamnya. Akan tetapi yang menjadi persoalan lain adalah kemaliq-nya. Kemaliq bagi masyarakat Sasak adalah tempat yang sangat sakral. Tempat tersebut disakralkan karena diyakini ada sosok waliyulloh yang pernah bertafakkur di sana, yang merupakan leluhur masyarakat setempat.
“Iya. Dan saya adalah termasuk pewaris leluhur tersebut. Saya harus bertanggung jawab atas peninggalan leluhur ini. Malu rasanya sebagai orang Sasak jika sampai kemaliq-nya dikuasai oleh orang lain.” Kata kadus itu sambil tertunduk.
Faktanya, memang kemaliq di tempat lain banyak yang sudah dikuasai oleh orang luar dan berubah namanya. Mulanya, datang minta air, lalu lama-lama izin ikut beribadah. Setelah itu, minta izin untuk jualan di sekitaran kemaliq. Lama-kelamaan bangun rumah, dan akhirnya makin berani dan menguasai kemaliq. Lalu sejarahnya ditulis ulang untuk kepentingan mereka. Kemudian generasi terkini yang lebih banyak buta sejarah, akan percaya begitu saja.
Untuk diketahui, orang Sasak biasanya menjadikan kemaliq sebagai tempat yang sakral. Kemaliq adalah sebagai tanda bahwa leluhur orang Sasak sejak awal beragama Islam. Hingga saat ini, semua orang yang mengaku sebagai orang Sasak pasti Islam. Kalaupun ada yang non muslim tinggal di Lombok, itu adalah pendatang.
Dalam buku-buku sejarah yang ditulis oleh orang luar, konon orang Sasak di-Islamkan oleh Sunan Prapen sekitar abad ke-18 lalu. Jika ditelusururi lebih jauh, memang benar fakta sejarah mengatakan bahwa Sunan Prapen datang ke Lombok dalam rangka mengejar para pelarian dari orang-orang Majapahit. Lalu para pelarian tersebut di-Islamkan oleh Sunan Prapen, yang kemudian tinggal dan beranak-pinak di Lombok sebagai orang Sasak. Akan tetapi sebelum itu, jauh sebelum itu, orang Sasak sudah Islam. Banyak bukti yang mengatakan itu. Banyak tanda yang membenarkan hal tersebut, kemaliq adalah salah satunya.
Untuk itu, sebagai generasi penerus orang Sasak, kita harus mulai menyadari keberadaan diri, karena di pundak kita-lah tanggung jawab itu. Jangan sampai warisan leluhur kita ini dikuasai oleh orang lain.
#Save Kemaliq
#Kemaliq Ranget
Sumber :
https://baiqauliasustika.blogspot.com/2021/06/mengenal-kemaliq-ranget.html
Kalau bukan kita siapa lagi
BalasHapus#savekemaliq 💪
Benar sekali Kak apalagi kita selaku Suku Sasak khususnya sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melestarikan Budaya para leluhur kita guna kedepannya bisa dilihat oleh anak cucu setelahnya!
BalasHapus👍
BalasHapusMenarik 👍🏻
BalasHapus😊😇 Makasii Kak
HapusCerita yang bagus,menarik dan bermanfaat,semangat memperkenalkan budaya melalui cerita" menarik lainnya
BalasHapusTerima kasih kak🙏🏻
HapusMari kita bersama-sama menjaga & melestarikan budaya
Artikel yg bagus👍
BalasHapusMakasii Kak😊
HapusMantapp ceritanya 👍
BalasHapus👍🏽
HapusSaya suka artikel2 yg seperti ini truslah berkarya💪
BalasHapus👈🏽😊
HapusKembangkan dan lestarikan😊
BalasHapus👍🏻
HapusMantap
BalasHapusSave Kemaliq👍🏻
HapusSave Kemaliq👍🏻
BalasHapus